Provinsi Gorontalo – Badan Gizi
Nasional menyampaikan bahwa implementasi program Satuan Pelayanan Pemenuhan
Gizi (SPPG) di Provinsi Gorontalo terus menunjukkan capaian yang positif dan
progresif. Berdasarkan data terbaru per 27 Maret 2026, sebanyak 84 unit SPPG
telah beroperasi secara aktif dan tersebar di seluruh wilayah kabupaten/kota.
Sebaran SPPG tersebut mencakup
Kota Gorontalo sebanyak 19 unit, Kabupaten Gorontalo 34 unit, Kabupaten Bone
Bolango 14 unit, Kabupaten Gorontalo Utara 4 unit, Kabupaten Pohuwato 7 unit,
serta Kabupaten Boalemo 6 unit. Distribusi ini mencerminkan komitmen pemerintah
dalam memastikan pemerataan akses layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat di
berbagai wilayah.
Program SPPG secara khusus
memberikan manfaat kepada peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.
Tercatat sebanyak 116.334 siswa dari tingkat TK/PAUD, SD, SMP, SMA hingga
pondok pesantren telah menjadi penerima manfaat program ini. Upaya ini merupakan
bagian dari strategi peningkatan kualitas gizi generasi muda guna mendukung
tumbuh kembang optimal serta peningkatan kualitas pendidikan.
Selain menyasar peserta didik,
program SPPG juga menjangkau kelompok masyarakat non-peserta didik, antara lain
ibu hamil, ibu menyusui, serta balita usia 1–3 tahun. Tidak hanya itu, tenaga
pendidik dan kader juga turut menjadi bagian dari penerima manfaat. Secara
keseluruhan, jumlah penerima manfaat pada kelompok ini mencapai 15.345 orang.
Dengan demikian, total penerima
manfaat program SPPG di Provinsi Gorontalo hingga saat ini mencapai 131.679
orang. Capaian ini menunjukkan peran strategis program SPPG dalam mendukung
upaya percepatan perbaikan gizi masyarakat secara menyeluruh.
Di sisi lain, pelaksanaan program
ini juga memberikan dampak positif terhadap aspek sosial dan ekonomi
masyarakat. Tercatat sebanyak 3.780 tenaga kerja telah terserap dalam
operasional SPPG, baik sebagai tenaga pengelola, tenaga dapur, distribusi,
maupun pendukung lainnya. Hal ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata
program dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
lokal.
Kepala Regional BGN Provinsi
Gorontalo, Zilkifli Taluhumala, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil
kerja kolaboratif berbagai pihak dalam mendukung keberhasilan program pemenuhan
gizi di daerah. “Program SPPG di Provinsi Gorontalo terus kami dorong agar
memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Dengan keterlibatan berbagai
pihak, baik pemerintah daerah, tenaga pendidik, maupun masyarakat, kami
optimistis program ini dapat meningkatkan kualitas gizi sekaligus mendukung
pembangunan sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa
keberadaan SPPG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga
memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan
masyarakat lokal. Kami akan terus memperluas jangkauan dan meningkatkan
kualitas layanan SPPG agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata dan
berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa program SPPG merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional dalam rangka meningkatkan status gizi masyarakat, menurunkan angka stunting, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna memastikan keberlanjutan dan optimalisasi program di seluruh wilayah.
Dengan capaian yang terus meningkat, diharapkan program SPPG dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan dalam mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.






Komentar
Tuliskan Komentar Anda!