Klarifikasi SPPG Marisa Utara Terkait Isu Roti Berjamur dan Pisang Busuk pada Program MBG di SD Negeri 07 Marisa
Foto Roti dan Pisang yang beredar, Foto SPPG dan Kepala SPPG

Klarifikasi SPPG Marisa Utara Terkait Isu Roti Berjamur dan Pisang Busuk pada Program MBG di SD Negeri 07 Marisa

POHUWATO – Pemberitaan mengenai dugaan ditemukannya roti berjamur dan pisang busuk dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 07 Marisa  yang sempat beredar di sejumlah media memicu beragam reaksi di tengah masyarakat, termasuk kekhawatiran dari sebagian orang tua siswa. Namun, pihak terkait menilai informasi yang beredar tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi yang sebenarnya di lapangan.

Pihak Badan Gizi Nasional (BGN), khususnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marisa Utara, menyampaikan kekecewaan terhadap pemberitaan tersebut karena dinilai tidak melalui proses konfirmasi kepada pihak penyelenggara program maupun pihak sekolah sebelum dipublikasikan. Informasi yang dimuat dalam berita itu disebut hanya mengutip satu sumber dari orang tua siswa yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Kepala SPPG Marisa Utara, Fatma Diange, S.IP, menjelaskan bahwa roti yang dibagikan dalam program MBG diproduksi oleh penyedia pangan yang telah memenuhi standar keamanan dan mutu pangan. Ia menegaskan bahwa proses produksi dilakukan secara higienis dengan menggunakan bahan-bahan yang diizinkan dalam industri pangan.

“Seluruh menu yang dibagikan dalam program MBG telah melalui proses pengawasan kualitas agar aman dikonsumsi serta memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat. Distribusi makanan juga dirancang agar dapat dikonsumsi dalam waktu yang relatif singkat setelah dibagikan,” ujar Fatma.

Ia menambahkan, dalam industri pangan kondisi makanan tertentu tidak dapat langsung disimpulkan berbahaya tanpa melalui pemeriksaan lebih lanjut. Oleh karena itu, jika masyarakat memiliki keraguan terhadap kualitas makanan yang dibagikan, pihak SPPG terbuka terhadap evaluasi maupun pemeriksaan melalui mekanisme pengawasan pangan yang berlaku.

Sementara itu, pihak supplier roti dan buah yang menjadi penyedia bahan pangan dalam program MBG juga memberikan penjelasan. Mereka menyampaikan bahwa roti yang dikirimkan ke SPPG diproduksi dalam waktu yang berdekatan dengan jadwal distribusi sehingga saat diterima dan dibagikan kepada penerima manfaat masih dalam kondisi layak konsumsi. Selain itu, setiap produk juga dilengkapi dengan label batas waktu konsumsi (expired date).

Dari sisi pengawasan gizi, ahli gizi yang bertugas memastikan bahwa menu yang didistribusikan pada hari tersebut telah memenuhi standar nilai gizi yang ditetapkan dalam program MBG. Sebelum makanan dibagikan kepada siswa, tim gizi juga melakukan uji organoleptik untuk memastikan kualitas rasa, aroma, warna, dan tekstur makanan masih dalam kondisi baik.

Kepala SD Negeri 07 Marisa , Titiek M. Katilie, M.Pd, mengatakan pihak sekolah telah menindaklanjuti informasi yang beredar di masyarakat dengan melakukan pengecekan langsung bersama pihak terkait.

“Saya telah menindaklanjuti informasi yang beredar terkait adanya roti yang diduga berjamur. Setelah dilakukan pengecekan secara langsung bersama pihak terkait, kami memastikan bahwa roti yang dimaksud tidak dalam kondisi berjamur dan masih layak untuk dikonsumsi,” jelas Titiek.

Ia menegaskan bahwa sekolah selalu berkomitmen menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik. Setiap laporan atau keluhan yang diterima akan segera ditindaklanjuti secara objektif dan transparan.

Pihak sekolah juga mengimbau seluruh warga sekolah dan masyarakat untuk tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Jika terdapat hal yang perlu dikonfirmasi, pihak sekolah membuka ruang komunikasi agar klarifikasi dapat dilakukan secara langsung dan transparan.

Dengan adanya klarifikasi dari berbagai pihak tersebut, diharapkan masyarakat dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SD Negeri 07 Marisa  serta tetap mendukung upaya peningkatan gizi bagi peserta didik.