KLARIFIKASI RESMI TERKAIT VIDEO VIRAL MENU MBG DI SPPG TIHU BONEPANTAI

KLARIFIKASI RESMI TERKAIT VIDEO VIRAL MENU MBG DI SPPG TIHU BONEPANTAI

Bone Bolango - Beredarnya video di media sosial terkait dugaan menu MBG berulat di SPPG Tihu Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, dipastikan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Kejadian bermula pada Rabu, 15 April 2026, saat distribusi makanan MBG ke KB Lembah Hijau. Berdasarkan hasil penelusuran, makanan yang didistribusikan dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Temuan belatung terjadi setelah makanan tersebut dibawa pulang oleh orang tua siswa dan dikonsumsi pada malam hari pukul 20.12 WITA, melebihi batas waktu konsumsi yang telah ditetapkan, yaitu maksimal 4 jam setelah distribusi, serta disimpan dengan cara yang tidak tepat.

Kepala SPPG Tihu Bonepantai, Alwin P. Karim, dalam keterangannya menyampaikan bahwa seluruh proses produksi dan distribusi telah berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh faktor di luar kendali SPPG, yaitu keterlambatan konsumsi dan penyimpanan yang tidak sesuai.

Lebih lanjut, Kepala SPPG menyampaikan langkah perbaikan yang akan dilakukan, yaitu memperketat edukasi dan standar operasional melalui pemberian label batas waktu konsumsi pada setiap kemasan, serta mewajibkan pihak sekolah untuk memastikan makanan dikonsumsi langsung di tempat dan tidak dibawa pulang. Selain itu, sosialisasi kepada orang tua siswa juga akan diperkuat melalui media komunikasi seperti WhatsApp, guna memastikan pemahaman terkait batas aman konsumsi dan higienitas makanan MBG.

Dalam video klarifikasi, orang tua siswa yang bersangkutan, Jamila Abjul, menyampaikan secara langsung bahwa makanan MBG yang diterima pada hari Rabu, 15 April 2026 dalam keadaan baik. Namun, makanan tersebut dibawa ke rumah dan akan dikonsumsi pada malam hari, dengan penyimpanan yang tidak baik sehingga menyebabkan makanan menjadi rusak atau tidak layak konsumsi.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut, dengan menyatakan, “Saya memohon maaf atas kesalahan dan kekhilafan ini kepada semua pihak.”

Berdasarkan fakta dan klarifikasi yang telah disampaikan, dapat disimpulkan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Kejadian tersebut bukan disebabkan oleh kesalahan pada proses produksi maupun distribusi, melainkan akibat faktor eksternal di luar kendali SPPG.

BGN Regional Gorontalo mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar serta tetap mematuhi ketentuan konsumsi makanan MBG demi menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.