Gorontalo
– Program
Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN)
Regional Gorontalo terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga
pembaruan data per 3 Agustus 2026, program ini telah menjangkau 157.559
penerima manfaat, didukung oleh 116 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),
serta memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui
kemitraan dengan 953 supplier dan penyerapan 5.202 tenaga kerja.
Dari
total 116 SPPG, sebanyak 90 SPPG telah beroperasi di wilayah aglomerasi,
sementara 26 SPPG masih dalam tahap persiapan, yang terdiri atas 6 SPPG
aglomerasi dan 20 SPPG wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Selain
itu, terdapat 15 SPPG yang saat ini masih menghentikan operasionalnya untuk
sementara.
Program
MBG telah memberikan manfaat kepada 133.346 peserta didik dan tenaga pendidik,
meliputi jenjang TK/PAUD, SD, SMP, SMA, Pondok Pesantren, hingga tenaga
pendidik. Sementara itu, kelompok 3B yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui,
balita usia 1–3 tahun, balita non-peserta didik, kader Posyandu, serta anak
yang tidak bersekolah telah mencapai 24.213 penerima manfaat.
Keberhasilan
pelaksanaan Program MBG juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian
lokal. Hingga saat ini, sebanyak 953 supplier telah bermitra dengan SPPG di
seluruh Provinsi Gorontalo. Kemitraan tersebut terdiri atas 694 pelaku UMKM,
239 supplier lainnya, 9 BUMDes, 7 koperasi, serta 4 Koperasi Desa Merah Putih
yang memasok berbagai kebutuhan pangan dan logistik untuk mendukung operasional
dapur MBG.
Di
sisi ketenagakerjaan, Program MBG telah menyerap 5.202 tenaga kerja, yang
terdiri atas 232 tenaga profesional (ahli gizi dan akuntan) serta 4.970 tenaga
operasional yang bertugas dalam proses pengolahan, distribusi, hingga pelayanan
makanan bergizi kepada masyarakat.
Koordinator
Regional BGN Gorontalo Zulkifli Taluhumala menyampaikan bahwa capaian ini
menunjukkan bahwa Program MBG tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas
gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah melalui
pemberdayaan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal.
"Program
Makan Bergizi Gratis memberikan manfaat yang luas. Selain memastikan
masyarakat, khususnya peserta didik dan kelompok rentan, memperoleh asupan gizi
yang baik, program ini juga membuka lapangan pekerjaan serta memperkuat rantai
pasok pangan lokal melalui ratusan mitra supplier. Inilah bentuk nyata bahwa
Program MBG memberikan dampak sosial sekaligus ekonomi bagi masyarakat
Gorontalo," ujar Zulkifli.
Dengan
terus bertambahnya jumlah SPPG yang beroperasi dan semakin luasnya jangkauan
penerima manfaat, Badan Gizi Nasional Regional Gorontalo berkomitmen untuk
terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha
lokal, serta memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan secara
transparan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan
masyarakat serta pembangunan sumber daya manusia Indonesia.











Komentar
Tuliskan Komentar Anda!