Program MBG di Gorontalo Layani 177 Ribu Penerima Manfaat dan Perkuat Ekonomi Lokal melalui 953 Supplier serta menyerap 4.642 Tenaga Kerja

Program MBG di Gorontalo Layani 177 Ribu Penerima Manfaat dan Perkuat Ekonomi Lokal melalui 953 Supplier serta menyerap 4.642 Tenaga Kerja

Provinsi Gorontalo – Program Makan Bergizi (MBG) di Provinsi Gorontalo terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga 29 Mei 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Gorontalo mencatat sebanyak 117 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah aktif beroperasi dan menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.

Dari total tersebut, 97 SPPG berada di wilayah aglomerasi dan 20 SPPG berada di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Sebanyak 87 SPPG telah melayani penerima manfaat, sementara 30 SPPG lainnya masih dalam tahap persiapan operasional sebelum mulai memberikan layanan.

Seiring bertambahnya jumlah SPPG, cakupan penerima manfaat juga terus meningkat. Saat ini, Program MBG di Gorontalo telah menjangkau 157.000 peserta didik dan tenaga pendidik, yang terdiri dari siswa TK/PAUD, SD, SMP, SMA, pondok pesantren, serta tenaga pendidik di berbagai satuan pendidikan.

Selain itu, program ini juga telah melayani 20.441 penerima manfaat kelompok 3B, yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita usia 1–3 tahun non-peserta didik, serta anak yang tidak bersekolah. Dengan demikian, total penerima manfaat Program MBG di Provinsi Gorontalo telah mencapai 177.441 orang.

Tidak hanya memberikan dampak pada peningkatan gizi masyarakat, Program MBG juga berkontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja. Hingga saat ini, sebanyak 4.642 tenaga kerja telah terserap dalam operasional SPPG, yang terdiri dari 100 ahli gizi, 100 akuntan, dan 4.442 tenaga operasional.

Di sisi lain, program ini turut menggerakkan perekonomian daerah melalui keterlibatan berbagai pelaku usaha lokal. Tercatat sebanyak 953 supplier telah menjalin kerja sama dengan SPPG di seluruh Gorontalo. Jumlah tersebut terdiri dari 694 UMKM, 239 supplier lainnya, 9 BUMDes, 7 koperasi, dan 4 Koperasi Desa Merah Putih.

Koordinator Regional BGN Provinsi Gorontalo, Zulkifli Taluhumala menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, pelaku usaha lokal, hingga seluruh SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) yang bekerja di lapangan. Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan, memperkuat rantai pasok pangan lokal, serta mendukung upaya penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gorontalo hadir sebagai pusat layanan gizi harian, sekaligus menjadi penggerak ekonomi lokal melalui keterlibatan ribuan tenaga kerja dan ratusan supplier. Lebih dari itu, SPPG berperan aktif dalam dukungan sosial saat bencana, sehingga memperkuat ketahanan pangan dan kesiapsiagaan daerah. Dengan peran multifungsi tersebut, BGN Regional Gorontalo menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan gizi sekaligus mendukung pembangunan sosial-ekonomi yang tangguh di daerah.