Provinsi Gorontalo –
Program Makan Bergizi (MBG) di Provinsi Gorontalo terus menunjukkan
perkembangan yang signifikan. Hingga 29 Mei 2026, Badan Gizi Nasional (BGN)
Regional Gorontalo mencatat sebanyak 117 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
telah aktif beroperasi dan menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan
Bergizi di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.
Dari total tersebut, 97 SPPG
berada di wilayah aglomerasi dan 20 SPPG berada di daerah 3T (Tertinggal,
Terdepan, dan Terluar). Sebanyak 87 SPPG telah melayani penerima manfaat,
sementara 30 SPPG lainnya masih dalam tahap persiapan operasional sebelum mulai
memberikan layanan.
Seiring bertambahnya jumlah SPPG,
cakupan penerima manfaat juga terus meningkat. Saat ini, Program MBG di
Gorontalo telah menjangkau 157.000 peserta didik dan tenaga pendidik, yang
terdiri dari siswa TK/PAUD, SD, SMP, SMA, pondok pesantren, serta tenaga
pendidik di berbagai satuan pendidikan.
Selain itu, program ini juga
telah melayani 20.441 penerima manfaat kelompok 3B, yang meliputi ibu hamil,
ibu menyusui, balita usia 1–3 tahun non-peserta didik, serta anak yang tidak
bersekolah. Dengan demikian, total penerima manfaat Program MBG di Provinsi
Gorontalo telah mencapai 177.441 orang.
Tidak hanya memberikan dampak
pada peningkatan gizi masyarakat, Program MBG juga berkontribusi besar terhadap
penciptaan lapangan kerja. Hingga saat ini, sebanyak 4.642 tenaga kerja telah
terserap dalam operasional SPPG, yang terdiri dari 100 ahli gizi, 100 akuntan,
dan 4.442 tenaga operasional.
Di sisi lain, program ini turut
menggerakkan perekonomian daerah melalui keterlibatan berbagai pelaku usaha
lokal. Tercatat sebanyak 953 supplier telah menjalin kerja sama dengan SPPG di
seluruh Gorontalo. Jumlah tersebut terdiri dari 694 UMKM, 239 supplier lainnya,
9 BUMDes, 7 koperasi, dan 4 Koperasi Desa Merah Putih.
Koordinator Regional BGN Provinsi
Gorontalo, Zulkifli Taluhumala menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil
kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan,
pelaku usaha lokal, hingga seluruh SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) yang bekerja di lapangan. Program
MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi
instrumen strategis dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan, memperkuat rantai
pasok pangan lokal, serta mendukung upaya penurunan stunting dan peningkatan
kualitas sumber daya manusia.
Program Makan Bergizi Gratis
(MBG) di Gorontalo hadir sebagai pusat layanan gizi harian, sekaligus menjadi
penggerak ekonomi lokal melalui keterlibatan ribuan tenaga kerja dan ratusan
supplier. Lebih dari itu, SPPG berperan aktif dalam dukungan sosial saat
bencana, sehingga memperkuat ketahanan pangan dan kesiapsiagaan daerah. Dengan
peran multifungsi tersebut, BGN Regional Gorontalo menegaskan komitmennya
menjaga keberlanjutan gizi sekaligus mendukung pembangunan sosial-ekonomi yang
tangguh di daerah.











Komentar
Tuliskan Komentar Anda!