Rapat Finalisasi Lahan Hilirisasi Ayam di Provinsi Gorontalo, Kareg BGN Gorontalo Dorong Sinergi dengan Program MBG

Rapat Finalisasi Lahan Hilirisasi Ayam di Provinsi Gorontalo, Kareg BGN Gorontalo Dorong Sinergi dengan Program MBG

Pemerintah Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Rapat Finalisasi Aset Tanah Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi pada Rabu, 29 April 2026, bertempat di Rumah Dinas Gubernur Gorontalo. Forum strategis ini menjadi wadah konsolidasi berbagai pemangku kepentingan dalam memastikan kesiapan lahan sebagai fondasi utama implementasi program hilirisasi ternak unggas di daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili, perwakilan Kementerian Pertanian, Danantara, PT Berdikari, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Dinas Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan, dan Badan Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Wilayah Gorontalo. Turut hadir pula Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjanah Hasan Yusuf, Sekretaris Daerah Boalemo Nurdin Baderan, serta Koordinator Regional BGN Provinsi Gorontalo (Kareg) dan para Koordinator Wilayah Kabupaten/Kota (Korwil) se-Provinsi Gorontalo.

 

Perkembangan & Keputusan Strategis

Sekda Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim memaparkan bahwa rapat ini merupakan kelanjutan dari rangkaian koordinasi yang telah berlangsung antara pemerintah daerah, kementerian, dan pihak investor. Sebelumnya, tim survei gabungan telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk menilai kelayakan wilayah calon lokasi proyek.

"Tim survei baik dari sisi operasional maupun market, menyatakan Boalemo dan Gorontalo Utara layak di dua aspek itu." — Sofian Ibrahim, Sekda Provinsi Gorontalo.

Berdasarkan hasil tersebut, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo Utara ditetapkan secara resmi sebagai lokasi utama pengembangan. Pabrik pakan ternak direncanakan dibangun di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara (±5 hektare), sementara pabrik indukan ayam (DOC) akan berlokasi di Desa Polohungo, Kabupaten Boalemo (±4–5 hektare).

Pembahasan utama berfokus pada kepastian lahan bagi investor, yang menjadi syarat mutlak agar pembangunan dapat segera dimulai. Sofian menegaskan penyelesaian persoalan lahan ditargetkan rampung dalam waktu singkat, dengan berbagai skema kerja sama tengah dikaji untuk menyesuaikannya dengan regulasi yang berlaku. Target operasional awal diproyeksikan pada triwulan ketiga tahun ini.

"Kita akan mencari format-format yang disesuaikan dengan regulasi untuk bisa menetapkan pola kerja sama yang tepat." — Gusnar Ismail, Gubernur Gorontalo.

 

Progres Program & Ekosistem

Rapat ini juga mencatat bahwa tahapan persiapan program, meliputi studi kelayakan, penugasan Danantara, rencana groundbreaking, kerja sama sewa lahan, pengurusan perizinan, hingga pemilihan mitra usaha, secara rata-rata telah mencapai 67 persen. Penyusunan data dukung ekosistem hilirisasi di lima provinsi (Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Kalimantan Timur, dan Lampung) saat ini berada di angka sekitar 60 persen.

PT Berdikari diproyeksikan mengambil peran sentral dalam pembanguna unit usaha hulu dan hilir dengan skema investasi penuh, dengan total dukungan anggaran mencapai Rp1,4 triliun yang akan dikelola oleh pemerintah kabupaten. Program ini merupakan bagian dari kepercayaan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Provinsi Gorontalo untuk menjalankan hilirisasi industri ternak terintegrasi secara nasional.

 

Potensi Gorontalo (Data per 28 April 2026)

Provinsi Gorontalo memiliki potensi besar dalam mendukung program ini. Tercatat terdapat 418 peternak ayam ras dengan total populasi mencapai 1.890.376 ekor. Selain itu, terdapat 156 unit kandang kosong dengan kapasitas 390.925 ekor yang berpotensi dimanfaatkan. Dukungan sektor hilir juga terlihat dari keberadaan 40 unit RPHU/TPHU, 17 unit pabrik pengolahan, 29 unit silo berkapasitas 50.300 ton, serta 56 gudang dengan kapasitas 97.150 ton, yang turut didukung oleh 84 unit sarana penunjang lainnya.Provinsi Gorontalo memiliki potensi besar dalam mendukung program ini.

Tercatat terdapat 418 peternak ayam ras dengan total populasi mencapai 1.890.376 ekor. Selain itu, terdapat 156 unit kandang kosong dengan kapasitas 390.925 ekor yang berpotensi dimanfaatkan. Dukungan sektor hilir juga terlihat dari keberadaan 40 unit RPHU/TPHU, 17 unit pabrik pengolahan, 29 unit silo berkapasitas 50.300 ton, serta 56 gudang dengan kapasitas 97.150 ton, yang turut didukung oleh 84 unit sarana penunjang lainnya.

 

Diskusi Pasca Rapat - Pemanfaatan Peternakan Ayam untuk Program MBG

Usai rapat finalisasi, Koordinator Regional (Kareg) Provinsi Gorontalo, Zulkifli Taluhumala, mendapat undangan langsung dari Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo dan Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo untuk mengikuti sesi diskusi khusus. Diskusi ini membahas keterkaitan antara pengembangan peternakan ayam dengan kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam forum tersebut, pihak Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian Gorontalo menanyakan estimasi kebutuhan ayam dan telur dalam Program MBG per bulan di Provinsi Gorontalo. Menanggapi hal tersebut, Kareg Zulkifli Taluhumala menjelaskan bahwa volume penggunaan ayam dan telur di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak seragam, melainkan bervariasi setiap bulannya, tergantung pada komposisi menu yang disajikan setiap harinya.

Kareg menyampaikan bahwa pihaknya akan segera mengirimkan data lengkap, mencakup daftar supplier ayam dan telur yang bermitra dengan program MBG di Provinsi Gorontalo, serta rata-rata konsumsi ayam dan telur per bulan dari seluruh SPPG yang beroperasi di wilayah tersebut. Langkah ini diharapkan dapat menjadi acuan konkret dalam menyelaraskan kapasitas produksi peternakan lokal dengan kebutuhan nyata Program MBG di Provinsi Gorontalo.




Sumber :
https://dprd.gorontaloprov.go.id/

https://gorontalo.brmp.pertanian.go.id/