Gorontalo – Menanggapi pemberitaan
terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Randangan
serta sorotan dari KNPI Kecamatan Randangan, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan
Gizi (SPPG) Randangan menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan demi
meningkatkan kualitas pelayanan kepada penerima manfaat.
Kepala
SPPG Randangan, Ervina Ali, mengatakan bahwa masukan dari masyarakat merupakan
hal yang perlu diperhatikan, mengingat program MBG menyangkut kebutuhan dan
kepentingan banyak orang, terutama anak-anak sebagai penerima manfaat.
“Kami
menghargai setiap masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat. Bagi kami,
yang terpenting adalah bagaimana pelaksanaan program ini bisa terus diperbaiki,
sehingga makanan yang diberikan kepada penerima manfaat benar-benar
memperhatikan kualitas, kebersihan, keamanan pangan, dan kebutuhan gizi,” ujar
Ervina.
Ia
menambahkan, pihaknya siap mengikuti proses evaluasi serta menindaklanjuti
arahan yang diberikan untuk perbaikan pelaksanaan program MBG di SPPG
Randangan.
Sementara
itu, Koordinator Wilayah BGN, Eriek S. Bangga, menyampaikan bahwa pihaknya
telah melakukan evaluasi langsung terhadap SPPG Randangan. Evaluasi tersebut
menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai
ketentuan dan standar yang berlaku.
“Kami
sudah melakukan evaluasi langsung di SPPG Randangan. Tentu, setiap masukan dan
temuan yang ada perlu diperhatikan. Kami berharap pihak SPPG dapat
menindaklanjuti arahan yang diberikan, sehingga kualitas pelayanan kepada
penerima manfaat bisa terus ditingkatkan,” kata Eriek.
Menurutnya,
setiap laporan maupun dugaan permasalahan dalam pelaksanaan MBG perlu ditangani
secara objektif dengan melihat kondisi di lapangan dan hasil pemeriksaan.
Dengan begitu, informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak menimbulkan
kesimpulan sebelum seluruh persoalan diklarifikasi.
Eriek
juga mengapresiasi perhatian KNPI Kecamatan Randangan terhadap pelaksanaan
program MBG. Ia menilai keterlibatan masyarakat dan organisasi kepemudaan dapat
menjadi bagian dari pengawasan bersama, selama dilakukan secara konstruktif dan
mengedepankan fakta.
“Kami
terbuka terhadap kritik dan pengawasan dari masyarakat. Program ini untuk
kepentingan masyarakat, jadi sudah sepatutnya kita bersama-sama mengawal
pelaksanaannya agar semakin baik. Jika ada hal yang perlu diperbaiki, tentu
akan menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan,” tambahnya.
Pihak
SPPG Randangan menegaskan bahwa pelaksanaan MBG tidak hanya berfokus pada
penyaluran makanan, tetapi juga harus memperhatikan keamanan pangan,
kebersihan, kecukupan gizi, serta kepatuhan terhadap prosedur yang telah
ditetapkan.
Melalui
evaluasi dan koordinasi yang dilakukan, diharapkan pelaksanaan Program Makan
Bergizi Gratis di Kecamatan Randangan dapat terus ditingkatkan. Komunikasi yang
baik antara pengelola program, masyarakat, organisasi kepemudaan, dan pihak
terkait juga diharapkan dapat membantu penyelesaian persoalan secara terbuka
dan proporsional.
BGN Regional Gorontalo mengajak seluruh pihak untuk terus mengawal pelaksanaan program MBG secara konstruktif, dengan mengedepankan informasi yang terverifikasi dan kepentingan penerima manfaat.










Komentar
Tuliskan Komentar Anda!